- Back to Home »
- Probiotik Membantu Memperbaiki Gejala Kolik Infantil
Posted by : tak ada yang abadi
Sabtu, 26 Oktober 2013
Kolik infantil
merupakan sebutan terhadap suatu sindrom perilaku dimana bayi sehat
sering menangis dan sulit ditenangkan untuk jangka panjang tanpa alasan
yang jelas. Tidak ada penyebab kolik infantil yang dapat didefinisikan
secara ilmiah. Hampir semuanya duga-duga. Ada yang menduga bayi melihat
“makhluk halus” dan ada yang menduga bayi sedang sakit –atau tidak enak
badan— padahal secara lahiriah tampak sehat. Dugaan paling kuat adalah
bayi merasakan ketidaknyamanan pada perut dan ususnya.
Sebuah studi yang dipublikasikan pada Januari 2007 menemukan bahwa dosis harian probiotik membantu memperbaiki gejala kolik. Para peneliti dari Universitas Turin mempergunakan 83 bayi. Secara acak ada yang diberi dosis harian probiotik Lactobacillus reuteri setiap 30 menit setelah makan, dan ada pula yang diberi kontrol farmasi bernama simethicone. Setelah 7 hari, para ilmuwan melaporkan bahwa menurut pengakuan para ibu, intensitas rata-rata tangisan bayi yang diberi probiotik turun 21%, dari 197 menit per hari menjadi 159 menit per hari, sedangkan intensitas menangis bayi yang diberi kontrol farmasi hanya berkurang sebesar 10%, dari 197 menit per hari menjadi 177 menit per hari. Setelah 28 hari, intensitas menangis bayi berprobiotik turun drastis sebanyak 75% yakni tinggal 51 menit per hari, sementara bayi berkontrol farmasi turun 26% yakni 145 menit per hari.
“Lactobacillus reuteri sudah dapat memperbaiki gejala kolik pada bayi menyusui secara signifikan dalam waktu 1 minggu, jauh lebih cepat dibandingkan dengan simethicone. Ini menunjukkan bahwa probiotik mungkin punya peran besar untuk mengatasi kolik infantil,” ujar peneliti utama Francisco Savino.
Para peneliti menyatakan bahwa mekanisme pasti hingga mencapai hasil tersebut belum begitu jelas. Mungkin saja prinsipnya bahwa probiotik mempunyai efek anti-inflamasi (anti-peradangan) pada usus, yang kemudian dapat memodifikasi respons imun dan kinerja usus. Dengan demikian bayi yang diberi dosis harian probiotik berangsur-angsur dapat merasakan bahwa perut dan ususnya makin nyaman sehingga tangisannya kian berkurang.
Hal ini bisa jadi benar bila melihat hasil memuaskan yang ditunjukkan. Dengan demikian asupan probiotik untuk bayi merupakan solusi baru bagi para ibu. Sebagai tambahan untuk dipahami, simethicone bukan benar-benar plasebo (penenang) tapi sudah begitu jamak digunakan untuk terapi kolik. Maka inilah saatnya berpikir cerdas, memberikan yang aman dan baik untuk putra-putri tercinta. Jadikan Bioterra yang mengandung probiotik Lactobacillus dan Bifidobacterium sebagai wujud cinta untuk buah hati Anda.
sumber : probioterra
Sebuah studi yang dipublikasikan pada Januari 2007 menemukan bahwa dosis harian probiotik membantu memperbaiki gejala kolik. Para peneliti dari Universitas Turin mempergunakan 83 bayi. Secara acak ada yang diberi dosis harian probiotik Lactobacillus reuteri setiap 30 menit setelah makan, dan ada pula yang diberi kontrol farmasi bernama simethicone. Setelah 7 hari, para ilmuwan melaporkan bahwa menurut pengakuan para ibu, intensitas rata-rata tangisan bayi yang diberi probiotik turun 21%, dari 197 menit per hari menjadi 159 menit per hari, sedangkan intensitas menangis bayi yang diberi kontrol farmasi hanya berkurang sebesar 10%, dari 197 menit per hari menjadi 177 menit per hari. Setelah 28 hari, intensitas menangis bayi berprobiotik turun drastis sebanyak 75% yakni tinggal 51 menit per hari, sementara bayi berkontrol farmasi turun 26% yakni 145 menit per hari.
“Lactobacillus reuteri sudah dapat memperbaiki gejala kolik pada bayi menyusui secara signifikan dalam waktu 1 minggu, jauh lebih cepat dibandingkan dengan simethicone. Ini menunjukkan bahwa probiotik mungkin punya peran besar untuk mengatasi kolik infantil,” ujar peneliti utama Francisco Savino.
Para peneliti menyatakan bahwa mekanisme pasti hingga mencapai hasil tersebut belum begitu jelas. Mungkin saja prinsipnya bahwa probiotik mempunyai efek anti-inflamasi (anti-peradangan) pada usus, yang kemudian dapat memodifikasi respons imun dan kinerja usus. Dengan demikian bayi yang diberi dosis harian probiotik berangsur-angsur dapat merasakan bahwa perut dan ususnya makin nyaman sehingga tangisannya kian berkurang.
Hal ini bisa jadi benar bila melihat hasil memuaskan yang ditunjukkan. Dengan demikian asupan probiotik untuk bayi merupakan solusi baru bagi para ibu. Sebagai tambahan untuk dipahami, simethicone bukan benar-benar plasebo (penenang) tapi sudah begitu jamak digunakan untuk terapi kolik. Maka inilah saatnya berpikir cerdas, memberikan yang aman dan baik untuk putra-putri tercinta. Jadikan Bioterra yang mengandung probiotik Lactobacillus dan Bifidobacterium sebagai wujud cinta untuk buah hati Anda.
sumber : probioterra

